Rabu, 28 Mei 2014

FanFic Detective Conan

FanFic Detective Conan
Cerita dulu ya -_-
Berawal mula dari baca di perpus sekolah, akhirnya jadi ketagihan sama yang namanya detective conan. Aku pun jadi punya ide untuk nyobain bikin komik, eh ternyata aku ga punya ide, jadi aku coba ambil alur dan tokoh conan ke tokoh ciptaanku. Maaf ya master Aoyama dan para penggemar DC yang Shinichi-nya aku ambil:P heheheee
Perkenalan Tokoh
Kalau tokoh-tokohnya detective conan pasti udah pada tau dong. Nah sekarang aku mau kenalin tokoh ciptaanku-_-. Hikaru Seiichi dalah seorang siswa SMA yang berumur 14tahun, ya karena masuk SD nya 5thn kayak aku:”> (lupakan) dia punya banyak bakat. dia merupakan agen FBI. Kenapa umur segitu bisa jadi FBI? Ya karena ceritanya disini dia punya banyak bakat, biar cocok dong, ada detektif SMA ada juga agen FBI SMA:D. Satu lagi, seorang siswi SMA yang bernama Maemi Miyoko. Sebenernya hampir sama sih kayak yang tadi. Cuma disini ceritanya dia pinter nyanyi. Sehingga dia pun suka disuruh nyanyi kalo ada acara di sekolah. Dan yang mengiringi dengan musik adalah Masashi  So sweet~ (o ajaa)
File 1 - Hari Pertama
Hari ini adalah hari pertama ku sebagai siswi SMA, kelas ku adalah 1-B. Yang paling membuatku senang sebenarnya karena aku sekelas lagi dengan Seiichi, aku punya teman baik yang bernama aoko.
Miyoko : “Selamat pagi semuanya.” Ucapku saat datang ke sekolah.
Aoko : “Selamat pagi”
Ya seperti biasa Seiichi sudah ada di kelas pagi-pagi. Begitu duduk di bangku ponsel ku bergetar, setelah kulihat ternyata ada SMS dari Bu Jodieg senior FBI ku.
Jodie : “Pimpinan memberimu tugas mengikuti seseorang yang akan keluar malam ini di cafe tepat sebelah sekolahmu jam 18:30. Kerja satu tim yang baik agar misi selesai.”
Apa? Dikerjakan satu tim lagi artinya aku harus mengerjakan ini dengan Seiichi. Bel masuk berbunyi dan kami pun belajar sehingga tak terasa waktu pun telah usai, aku langsung pulang untuk bersiap-siap melakukan misi. Tiba-tiba......
Seiichi : “Aku tunggu di depan gerbang sekolah jam 18:00, jangan sampai terlambat.”
Miyoko : “Ya ya ya”
Saat aku mau berangkat tiba-tiba ada SMS lagi dari Bu Jodie, “Berhati-hatilah, kali ini targetmu bukan orang biasa-biasa” begitu katanya. Aku kurang percaya diri tapi hadapi saja. Sesuai janji, jam 18:00 kami bertemu di depan gerbang sekolah. Kami menunggu sambil menyiapkan segala persiapan , Waaaahhh sudah jam 18:29. Kami tegang dan akhirnya mereka keluar.
“Pakaian serba hitam?” pikirku didalam hati
. Kami pun mengikuti mereka untuk mendapatkan informasi tentang organisasi mereka. Saat aku mengendap-endap mereka akhirnya berkata
Vodka : “Sepertinya sudah aman ya kak”
Gin : “Kau salah, aku malah merasa ada yang mengikuti kita dari tadi.”
Vodka : “Benarkah?”
Waduuh, apa kita ketauan? Tapi ponsel dia berbunyi beberapa kali hingga akhirnya gin menangkatnya.
“Bagaimana transaksinya? Apa sudah selesai?” ucap seseorang yang tak dikenal di ponsel gin
Gin : “Ya Vermouth, sudah selesai.”
Dia menutup ponselnya dan tiba-tiba melirik ke arah kami lalu dia membuat aku dan Seiichi terjatuh, kami pun melawan mereka dan hasilnya tentu saja kami yang kalah.
Vodka : “Mereka tak bisa diampuni kak, bunuh saja dengan pistol ku”
Gin : “Jangan, kita coba saja dengan obat ini.”
Aku dan Seiichi dipaksa minum obat itu, setelah diminumkan mereka memisahkanku dengan Seiichi lalu pergi. Aku pun pingsan, saat sadar aku dibawa oleh seorang polwan bernama Yumi
Yumi : “Kamu sudah sadar dik?”
Miyoko : “Ya, dimana aku dan dimana teman ku?”
Yumi : “Ini dimobil patroli, aku akan membawa mu ke kantor polisi sampai orang tuamu datang menjemputmu”
Orang tua apa? Kantor polisi apa? Kenapa aku sampai harus dijemput orang tua. Aku kan sudah SMA dan tidak melakukan sesuatu yang salah. Agar pikiranku jernih kembali aku meratapi langit sambil meletakan kedua tangan dijendela mobil. Lhooo? Ini benar tanganku? Kenapa sekecil ini, jangan-jangan obat itu yang membuat ku begini. Kalau iya, aku bisa menarik kesimpulan bahwa obat itu membuat tubuh orang mundur dari dewasa sampai ke masa kanak-kanak. Aku melihat sebuah rumah yang kukenal, ya itu dia! Rumah tetanggaku berarti tak jauh dari rumahku. Aku keluar dari mobil dan kabur, sampai akhirnya aku pulang kerumah. Aku khawatir dengan Seiichi jadi aku menelpon nya
Miyoko : “Kumohon, tersambunglah:(”
Tuuutt..Tuuuttt.. ponselnya tidak aktif, aku hanya berharap dia masih hidup. Seharusnya tak kulakukan misi itu, tapi yang berlalu sudah lah berlalu. Lebih baik aku tidur dan besok memikirkan apa yang harus kulakukan.
Bersambung~
Jangan lupa tinggalkan komentar ya setelah membaca semoga suka ceritanya dan jangan lupa juga baca File yang selanjutnya. Aku akan senang jika kalian komentar, terima kasih^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar